Wed. Dec 8th, 2021
IHSG Ditutup Menguat Tipis ke 5.461,05

Index Harga Saham Kombinasi (IHSG) ditutup di zone hijau pada perdagangan Jumat ini. Sepanjang perdagangan ini hari, IHSG semakin banyak ada di zone merah.

 

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (13/11/2020), IHSG ditutup naik 2,45 point atau 0,04 % ke status 5.461,05. Sesaat, index saham LQ45 kuat 0,06 % ke status 867,19.

Sepanjang perdagangan, IHSG ada di status paling tinggi pada tingkat 5.466,56 dan paling rendah 5.427,63.

Pada sesion penutupan pedagangan, 198 saham gagah hingga bawa IHSG di zone hijau. Tetapi 226 saham terbakar hingga meredam gerak IHSG. Selain itu, 178 saham diam dalam tempat.

Transaksi bisnis perdagangan saham benar-benar ramai. Keseluruhan frekwensi perdagangan saham 701.606 kali dengan volume perdagangan 12,5 miliar saham. Nilai transaksi bisnis harian saham Rp 8,8 triliun.

Investor asing jual saham Rp 299,88 triliun di pasar reguler. Status dolar Amerika Serikat (AS) ada di range Rp 14.181.

Dari 10 bidang saham pembentuk IHSG, cuman empat bidang yang kuat yakni perkebunan yang naik 0,41 %, bidang pertambangan kuat 0,78 %, Bidang kontruksi naik 0,64 % dan bidang keuangan naik 0,61 %.

Sesaat bidang saham yang menurun yakni bermacam inudstri yang turun 1,21 %, bidang infrastruktur menurun 1,02 %, dan bidang industri landasan turun 0,54 %.

Saham yang kuat hingga bawa IHSG ke zone hijau diantaranya BGTG yang naik 13,79 % ke Rp 66 per helai saham. Selanjutnya PTIS yang naik 12,41 % ke Rp 163 per helai saham dan MTLA yang yang naik 11,39 % ke Rp 450 per helai saham.

Saham yang menurun diantaranya GLVA yang menurun 6,99 % ke Rp 346 per helai saham. Selanjutnya TIRA turun 6,98 % ke Rp 240 per helai saham dan SAFE turun 6,96 % ke Rp 214 per helai saham.

Index Harga Saham Kombinasi (IHSG) ada di zone merah pada pembukaan perdagangan di Jumat akhir minggu ini.

Pada pra pembukaan perdagangan Jumat (13/11/2020), IHSG menurun 9,5 point atau 0,17 % ke tingkat 5.449,10. Pada perdagangan awal, IHSG masih meneruskan gerakan di zone merah tetapi dekati zone hijau dengan turun 4 point atau 0,07 % ke 5.454,56.

Sesaat index saham LQ45 turun juga 0,36 % ke status 863,56. Semua index referensi ada di zone merah.

Di perdagangan awal ini, IHSG ada di status paling tinggi pada tingkat 5.457,17. Sedang paling rendah 5.440,84.

Sekitar 91 saham kuat tetapi tidak sanggup menggerakkan IHSG ke zone hijau. Selanjutnya 130 saham menurun dan 143 saham diam dalam tempat.

Keseluruhan frekwensi perdagangan saham lumayan ramai yakni 34.974 kali dengan volume perdagangan 644,8 miliar saham. Nilai transaksi bisnis harian saham Rp 462,7 triliun.

Terdaftar, investor asing membeli saham di pasar reguler capai Rp 24,18 miliar. Sedang nilai ganti rupiah ada di 14.150 per dolar AS.

Dari 10 bidang pembentuk IHSG, bidang yang kuat yakni perkebunan yang naik 0,73 %, bidang keuangan yang naik 0,50 %, dan bidang pertambangan kuat 0,007 %.

Sedang bidang yang menurun dipegang oleh bidang bermacam industri yang jeblok 1,55 %. Selanjutnya bidang infrastruktur turun 0,88 % dan bidang industri landasan turun 0,70 %.

Beberapa saham yang kuat diantaranya YULE naik 23,70 % ke Rp 334 per helai saham. Selanjutnya PNBS naik 16,67 % ke Rp 77 per saham dan CITA naik 9,29 % ke Rp 2470 per saham.

Sedang beberapa saham yang menurun dan menggerakkan IHSG ke zone merah diantaranya GLVA turun 6,99 % ke Rp 346 per helai saham, HITS yang turun 6,67 % ke Rp 476 per helai saham dan PGLI turun 6,54 % ke Rp 200 per saham.

Strategi Investasi Reksa Dana Saham Waktu IHSG Naik-turun

error: Content is protected !!