Wed. Dec 8th, 2021
Dibayangi Kenaikan Kasus Covid-19, Rupiah Ditutup Stagnan di 14.170 per Dolar AS

Nilai ganti rupiah yang ditransaksikan antarbank di jakarta pada jumat sore ditutup statis. Masih dibayang-bayangi sentimen peningkatan masalah covid-19. Rupiah ditutup statis di status 14.170 per dolar as. Sama dengan status penutupan pada kamis tempo hari.

 

“sampai sore hari ini keliatannya sentimen negatif masalah meningginya virus. Masih memimpin pasar.” kata kepala penelitian dan edukasi monex investindo futures ariston tjendra diambil dari di antara. Jumat (13/11/2020). Hal itu memengaruhi gerak rupiah.

Menurut ariston. Pasar menyikapi secara negatif peningkatan tinggi masalah covid-19 di as yang dapat menghalangi perbaikan perekonomian di negara itu. Yang menggerakkan pelemahan dolar as pada nilai ganti yang lain.

Tetapi aktor pasar waspada sentimen peningkatan masalah covid-19 itu. Yang dipandang bisa juga jadi sentimen negatif untuk nilai ganti pasar berkembang (emerging markets).

Rupiah saat pagi hari dibuka kuat di status 14.150 per dolar as. Selama seharian. Rupiah bergerak di range 14.150 per dolar as sampai 14.220 per dolar as.

Saat itu. Kurs tengah bank indonesia pada jumat memperlihatkan rupiah menurun jadi 14.222 per dolar as dibanding hari kemarin di status 14.187 per dolar as.

Awalnya. Gubernur bank indonesia (bi) perry warjiyo percaya nilai ganti rupiah pada dolar amerika serikat (as) akan lagi kuat. Bi menyaksikan jika nilai ganti rupiah sekarang ini masih di bawah nilai seharusnya.

“saat ini diperjualbelikan seputar 14.100 per dolar as. Kami menyaksikan jika nilai ganti rupiah masih mempunyai potensi untuk kuat. Kami menyaksikan jika tingkat saat ini secara esensial masih undervalued.” ucapnya di pertemuan kerja bersama-sama dengan komisi xi dpr ri. Jakarta. Kamis (12/11/2020).

Menurut perry. Bila menyaksikan esensial perekonomian indonesia yang ada sekarang ini. Nilai ganti rupiah masihlah jauh di bawah nilai esensial. Oleh karenanya. Ia yakini rupiah masih bisa kuat.

Ia memberikan contoh dari segi inflasi. Sekarang ini masih sekitar di tingkat 1.44 % secara tahunan pada oktober 2020. Sedang transaksi bisnis berjalan minus usd 2.9 miliar kuartal ii-2020 dan premi resiko turun.

“dengan menyaksikan jika inflasi rendah. Transaksi bisnis berjalan defisitnya rendah. Daya magnet asset keuangan indonesia yang tinggi dan premi resiko yang turun.” keras ia.

Menurut perry. Beberapa tanda resiko di pasar keuangan mulai berkurang hingga dapat menggerakkan rupiah. Misalnya ialah kredit standar swap (cds) yang di status 73 dan vix indeks di status 26 walau ketidakjelasan pasar keuangan masih tinggi.

“di pasar keuangan global ketidakjelasan mulai turun walau masih tinggi karean factor geopolitik dan second wave wabah covid. Vix dan cds turun khususnya di bulan-bulan november sesudah pemilu di as.” sebut ia.

Pandemi virus corona covid-19 bukan hanya punya pengaruh pada kesehatan warga. Tetapi berpengaruh juga pada perkembangan ekonomi negara. Ini berpengaruh untuk bursa saham dan nilai ganti rupiah.

 

error: Content is protected !!