Wed. Mar 3rd, 2021
Pertamina-PLN Dirikan Indonesia Energy and Electricity Institute di Pusat Riset Energi

Pertamina bersinergi dengan pln setuju untuk membuat pusat penelitian energi untuk membuat ketahanan. Kemandirian dan kedaulatan energi nasional.

 

Persetujuan itu diikuti dengan penandatanganan memorandum of understanding (mou) pembangunan indonesia energy and electricity institute (ieei) oleh direktur khusus pertamina nicke widyawati dan direktur khusus pln zulkifli zaini dan dilihat wakil menteri bumn i budi gunadi sadikin di jakarta. Jumat (13/11).

Ieei bisa menjadi pusat penelitian energi berkenaan trend tehnologi dan perubahannya. Membuat database untuk aktivitas penelitian dan analisis di bagian peraturan dengan memerhatikan sumber daya alam indonesia. Dan berperanan aktif dalam advokasi di bagian energi sampai tingkat global dari sudut pandang indonesia dalam pengaturan peraturan.

Wakil menteri bumn i budi gunadi sadikin. Menjelaskan pembangunan ieei ini adalah wujud kolaborasi bumn di indonesia dalam soal gabung research yang pertama di indonesia dalam bidang energi dan ketenagalistrikan.

“ieei diinginkan menjadi national thought leader dan regional thought leader yang bisa jadi pangkalan dan referensi penelitian-riset di bidang energi dan ketenagalistrikan dalam soal technical research. Kebijakan research dan jadi global basis energy.” tutur budi.

Menurut budi. Energi memberi imbas yang besar sekali dalam peradaban manusia. Hingga peralihan energi akan memberi imbas yang masif pada peradaban manusia.

“dalam peralihan ini tentu saja ada negara atau perusahaan yang survive dan kalah. Keinginan saya pertamina dan pln jadi perusahaan yang survive dalam peralihan energi ini.” tambah budi.

Budi mengharap. Pertamina dan pln bisa melakukan studi bersama dan pertajam organisasi yang dibuat dengan memerhatikan desas-desus terbaru di peralihan energi dan alih bentuk dan digitalisasi energi.

Direktur khusus pertamina nicke widyawati menjelaskan ieei diinginkan bisa memberi semakin banyak pertimbangan untuk peralihan energi kedepan.

“wabah covid-19 sudah mengakselerasi peralihan energi global demikian cepatnya hingga pertamina dan pln selaku garda paling depan dalam energi harus bergerak bersama untuk menjawab rintangan ini untuk capai availability. Accessibility. Affordability. Acceptability. Dan sustainability untuk penuhi kedaulatan energi nasional.” tutur nicke sama penandatanganan mou. Jumat (13/11).

Nicke manambahkan. Pertamina dan pln ialah pendorong roda besar ekonomi indonesia. Di step awalnya. Pertamina dan pln akan masuk ke penelitian dan tehnologi. Ingat sekarang ini kita mempunyai sunber daya alam yang melimpah tetapi terbatas dalam tehnologi.

“diinginkan ieei ini bisa memberi advokasi untuk pemerintah kita dan nantinya menjadi advokasi di dunia internasional.” tambah nicke

Menurut nicke. Pertamina dan pln bisa meneruskan dan tingkatkan kerja sama yang sejauh ini sudah berjalan secara baik untuk kemandirian dan ketahanan energi nasional dan kesuksesan peralihan dan alih bentuk energi supaya indonesia jadi kemampuan ekonomi yang kuat dan maju.

“ieei diinginkan dapat menjawab rintangan di indonesia sendiri berkaitan keadaan energi yang membutuhkan kerja sama dan pertimbangan lengkap dari seluruh pihak. Karena itu dibutuhkan satu organisasi yang bisa menyumbang pikirannya untuk menjawab seluruh rintangan itu.” jelas nicke.

Selanjutnya. Direktur khusus pln zulkifli zaini memperjelas jika pembangunan ieei adalah inovasi vital untuk pln dan pertamina. Nanti. Ieei bisa berperan untuk peningkatan bidang kelistrikan dan energi di indonesia. Ini dikerjakan selaku salah satunya cara dalam jaga ketahanan energi.

“ieei diinginkan menjadi instansi think tank yang hasilkan report dan riset yang bisa memberi andil luas untuk peningkatan bidang listrik dan energi di indonesia.” bebernya.

Team kerja ieei akan mempersiapkan peta jalan dan gagasan program kerja 10 tahun di depan terhitung pengaturan energi outlook yang bisa jadi quick wins untuk ke-2 perusahaan. Kegiatan-kegiatan ieei itu diperkirakan aktif pada tingkat nasional atau internasional.

Dalam peluang yang serupa chairman indonesian institute energy economics. Prof subroto sampaikan jika seluruh pihak yang berkaitan dalam pengendalian energi harus bekerja secara inklusif. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Dan diinginkan ieei ini bisa merengkuh seluruh pihak agar bisa bersinergi.

“kita harus gotong-royong dalam pengendalian energi ini.” ucapnya.

Ieei sendiri akan diisi oleh beberapa orang pakar di bagian energi dan ketegalistrikan yaitu nicke widyawati (dirut pertamina). Zulkifli zaini (dirut pln). Ego syahrial (sekjend kementrian esdm). Febrio kacaribu (kepala bkf). Prof. Dr. Satryo s. Brodjonegoro (penasehat spesial menko sektor peraturan pengembangan dan daya saing industri). Prof. Kuntoro mangkusubroto. Dr. Widhyawan prawiraatmadja dan dr. Hardiv situmeang.

 

 

error: Content is protected !!