Tue. May 18th, 2021
Iseng Jualan Saat Kuliah, Perempuan Ini Raup Penghasilan Rp 6 Juta per Bulan

Bermula dari keisengannya untuk isi waktu senggang saat bolak-balik universitas mengurusi pekerjaan pada akhirnya. Wanita asal bekasi silva lestari (22) manfaatkan kesempatan untuk jualan makanan ciri khas jepang mentai pada harga yang dapat dijangkau.

 

“memulai usaha kaneshi itu seputar bulan agustus tahun kemarin 2019. Sebab saat itu baru usai sidang skripsi jadi sekalian cari aktivitas saya membuka usaha mentai. Selanjutnya lanjut sampai saat ini.” kata silva ke liputan6.com. Minggu (15/11/2020).

Dia pilih jual mentai. Karena masih jarang-jarang yang menjualnya pada harga yang merakyat. Maksudnya supaya rekan-rekan yang ingin ketahui dan pengin rasakan nasi mentai dapat membeli pada harga yang dapat dijangkau tiada membuat kantong jadi kering.

Kaneshi mentai ialah makanan ciri khas jepang memakai sauce mayonaise yang dibakar atasnya supaya hasilkan rasa smokey (berasap). Kaneshi mentai sendiri dibikin dengan bahan premium dan bermacam variasi. Dimulai dari salmon. Beef. Ayam pok pok. Nugget. Sosis dan yang lain.

Bermodalkan rp 500-700 ribu. Dia bersama si kekasih jual mentai mulai dari proses produksi. Pemasaran. Sampai pemasaran semua silva kerjakan berdua. Tetapi semenjak si kekasih repot bekerja. Sekarang dia urus upayanya sendiri.

Silva jual mentainya mulai rp 20-45 ribu per jatah. Saat sebelum wabah. Dalam satu hari dia dapat jual 10-15 jatah mentai. Tetapi sesudah wabah covid-19 dia cuman sanggup layani 3 pesanan saja karena daya membeli warga masih turun hingga punya pengaruh pada upayanya.

Walau demikian. Dia saat sebelum wabah dia dapat hasilkan omzet rp 5-6 juta per bulannya. Tetapi bersamaan wabah yang bersambung. Tetapi sekarang penghasilannya cuman rp 900 ribu per minggu saja. Hal tersebut karena implementasi psbb yang ke-2 kalinya di wilayah jabodetabek. Hingga pendapatan silva turun.

“ada ketidaksamaan. Menurut saya saat ini semakin lebih turun. Waktu awal mula wabah ada banyak pesanan. Apa lagi waktu puasa saya pernah seringkali melangsungkan paketan promosi. Tetapi sesudah psbb ke-2 menjadi turun. Kemungkinan sebab orang telah terlatih di dalam rumah. Mulai eksplore masak dan sebagainya jadi sedikit pesanannya.” ucapnya.

Sambungnya. Untuk marketing kaneshi mentai rupanya telah tiba jakarta. Dan depok. Bukan hanya di wilayah bekasi saja. Silva akui masih memusatkan pada 3 wilayah itu dulu saat sebelum memperlebar capaiannya.

Kaneshi.mentai sudah ada di grabfood. Disamping itu silva memakai sosial media seperti instagram untuk mempromokan mentai bikinannya. Untuk info selanjutnya dapat disaksikan instagram @kaneshi.mentai.

Seterusnya. Silva mengakui mentai bikinannya itu bisa bertahan 24 jam dapat dipanaskan kembali lagi. “ketahanan saat di luar temperatur ruang itu bisa dikonsumsi sepanjang 5 jam tetapi jika ingin dikonsumsi untuk esok harinya dapat dimasukkan pada kulkas dan panasin pakai oven atau teflon.” katanya.

Walau upayanya di periode wabah ini turun berarti. Bukan bermakna kemauannya untuk buka toko off line terhalangi. Dianya percaya diri masa datang cita-citanya itu dapat diwujudkan. Karena kata silva masih jarang-jarang toko off line yang jual mentai di wilayahnya.

Apa lagi bila dianya berpeluang dapat bekerja bersama dengan everplate. Silva akui benar-benar ketarik dengan everplate. Dianya yakin everplate menjadi jembatan upayanya makin berhasil.

“ketarik. Untuk eksplore dan jadi salah satunya langkah untuk menambahkan promo.” katanya.

Begitu dia memberi pesan ke angkatan cuan di luaran sana supaya masih stabil dan jalani upayanya dengan semangat.

“yang bernama usaha itu turun naik tidak selamanya konstan. Keywordnya stabil dan lalui saja dahulu. Permasalahan untung atau tidaknya kepentingan terakhir yang perlu usaha dahulu.” ujarnya.

 

 

error: Content is protected !!