Wed. Mar 3rd, 2021
Covid-19 Berhasil Kalahkan Ketangguhan UMKM Hadapi Krisis

Staff pakar menteri keuangan sektor makro ekonomi dan keuangan internasional suminto. Menjelaskan dampak domino covid-19 pada umkm pada tahun 2020 sanggup menaklukkan kekuatan umkm dalam hadapi satu kritis. Di mana awalnya pada 1998 sekitar 64 % umkm tetap sama omzetnya. 31 % turun. Dan 1 % berkembang. Selanjutnya pengurangan tenaga kerja cuman 0.1 %.

Lalu pada kritis 2008. Krisis global yang memukul segi keinginan tidak berpengaruh berarti sebab keterikatan ekonomi ke export rendah. Sesaat pada tahun 2020 ada kritis covid-19 benar-benar berpengaruh besar untuk umkm karena ada limitasi hubungan manusia.

“keadaan ekonomi yang tidak favorable (baik) ini tentu saja memengaruhi rutinitas ekonomi bidang umkm dan pasti nanti in line dengan rutinitas keuangan mikro.” kata suminto dalam bmt summit mui 2020. Senin (16/11/2020).

Dianya menerangkan dampak domino covid-19 pada faktor kesehatan. Penebaran covid-19 yang gampang. Cepat dan luas membuat kritis kesehatan dengan belum ditemukan vaksin. Obat. Dan kebatasan alat dan tenaga kesehatan.

Karena kritis kesehatan langsung berlangsung di tiongkok dan sejumlah kecil negara semenjak awalnya tahun. Sejumlah besar negara. Terhitung indonesia baru rasakan imbas pandemi akhir februari atau awalnya maret. Kata suminto

Seterusnya faktor sosial. Di mana cara untuk flattening the curve dari cepat dan luasnya penyebaran mempunyai resiko pada berhentinya rutinitas ekonomi yang meresap tenaga kerja di beberapa bidang tidak kecuali beberapa sektor tidak resmi seperti umkm.

Selanjutnya untuk faktor ekonomi. Suminto menjelaskan performa ekonomi turun tajam. Konsumsi terusik. Investasi terhalang. Export-impor terkontraksi. Perkembangan ekonomi melamban/turun tajam. Dan rantai supply global saat itu juga terdisrupsi semenjak tiongkok dan beberapa negara lain terbuncang oleh kritis kesehatan.

“di tengah keadaan yang tidak favorable kita menyaksikan ekonomi kita terkena sebab covid-19. Di mana kuartal ii lalu ekonomi terkontraksi cukup dalam yaitu tumbuh minus 5.32 %. Alhamdulilah di kuartal iii walau masih juga dalam kontraksi tapi berlangsung pembaruan minus 3.49 %.” terangnya.

Hingga dia mengharap kontraksi minus 5.32 % di kuartal ii itu adalah kontraksi yang terdalam dan dan seterusnya kita bisa recover.

Begitu juga dengan faktor keuangan. Volatilitas dan pergolakan bidang keuangan dirasa saat itu juga semenjak pandemi tampil bersamaan dengan turunnya investor confidence dan berlangsungnya flight to quality.

“selain itu bidang keuangan terimbas lewat sebab berkurangnya performa bidang riil di mana keuntunganabilitas dan solvabilitas perusahaan turut turun.” ujarnya.

Menteri koperasi dan ukm teten masduki memperjelas jika searah dengan usaha menjaga alih bentuk digital. Pemerintahan berusaha memaksimalkan agregator dan enabler dalam proses usaha umkm.

“enabler datang bagus di dalam pola substansi perusahaan atau perseorangan. Misalnya. Reseller yang mendatangkan service untuk menyederhanakan proses usaha yang dilakukan umkm.” terang teten. Pada peluncuran kampanye #parawajahindonesia (secara daring) dengan topik “beberapa muka wiraswasta indonesia: menang lawang wabah. Nyalakan ekonomi”. Diambil sabtu (14/11/2020).

Diantaranya. Lanjut teten. Bisa mencakup faktor warehousing dan logistics. Konsumen relationship management (crm). Digital pemasaran dan jalan keluar tehnologi yang lain.

“peranan agregator sendiri mengkonsolidasikan proses usaha. Seperti konsolidator produksi (faktory sharing). Rumah pengemasan bersama. Dan sebagainya.” tutur menkopukm.

Dalam kampanye yang diadakan paragon technology and innovation (paragon) itu. Teten memberikan contoh. Di industri kulineran dapat seperti dapur bersama yang menyuplai bahan baku siap proses untuk rumah makan yang berpartner.

Dalam peluang itu. Teten menghargai paragon yang sudah berusaha mendayagunakan kekuatan umkm lokal dengan menyertakan mereka dari hilir sampai hulu dalam proses usaha industri kosmetik.

Bila mengarah pada data bps triwulan i tahun 2020. Performa industri kimia. Farmasi dan obat tradisionil (terhitung bidang kosmetik). Masih alami perkembangan sejumlah 5.59 %.

“ini memperlihatkan jika di tengah-tengah wabah covid-19 sekarang ini. Masihlah ada bidang usaha yang sanggup bertahan bahkan juga tumbuh ditengah-tengah jumlahnya bidang usaha yang lain usaha untuk tetap bertahan.” papar menkopukm.

Saat itu. Ceo paragon technology andinnovation salman subakat menjelaskan. Kampanye ini mempunyai tujuan ajak warga untuk senang dengan kreasi bikinan indonesia.

“sepanjang 35 tahun. Paragon ada di industri kosmetik berusaha jalankan semua proses usahanya lewat kerjasama dan kolaborasi bersama sumber daya indonesia.” sebut salman.

Salman mengharap. Cara itu makin menggerakkan warga untuk senang dengan produk indonesia. Tidak cuma untuk beberapa produk paragon. Tetapi produk atau merek indonesia yang lain yang dibuat oleh beberapa puluh juta umkm yang indonesia punyai sekarang ini.

Untuk salman. Kampanye #parawajahindonesia ini sesuai dengan program “senang bikinan indonesia” yang lagi digaungkan pemerintahan.

 

 

error: Content is protected !!