Fri. Feb 26th, 2021
Belanja Pemerintah Bantu Kontraktor Bangkit di Tengah Pandemi

Wakil sekretaris jenderal kombinasi eksekutor konstruksi nasional indonesia (gapensi). Errika ferdinata menjelaskan. Sepanjang wabah covid-19 banyak kontraktor kecil menengah yang terimbas dan harus terpaksa puasa projek sampai tahun akhir 2020.

 

“suplai dari kontraktor kecil indonesia itu kurang lebih 98 % dari kontraktor nasional. Banyak kontraktor kecil menengah terimbas. Mereka sedang puasa projek bila dibanding dengan kontraktor besar seperti bumn.” kata errika. Dalam seminar-online markplus industry roundtable: utilities industry perspective. Jumat (13/11/2020).

Katanya. Bila dibanding dengan kontraktor besar dari bumn mereka bisa survive di tengah-tengah wabah karena peruntukan dana lumayan besar sampai beberapa puluh triliun. Sesaat untuk kontraktor kecil menengah harus menelan pil pahit kehilangan project sepanjang wabah ini.

Apa lagi sepanjang wabah apbd digunakan untuk perlakuan wabah covid-19. Hingga beberapa kontraktor kecil menengah tidak memperoleh project. Oleh karenanya kompetitifnes harus dinaikkan kembali supaya kontraktor kecil menengah dapat kembali bangkit.

Errika meramalkan bila berbelanja infrastruktur pemerintahan dinaikkan karena itu dapat tingkatkan berbelanja swasta dan customer akhir di bagian konstruksi dan infrastruktur.

“jadi government spending ialah jalan keluar untuk gerakkan ekonomi selaku lokomotif di bagian konstruksi. Seperti kita ketahui di singapura konstruksi adalah industri yang paling berpengaruh paling berat.” katanya.

Tetapi bila dibanding dengan industri konstruksi. Indonesia tidak begitu berpengaruh separah singapura. Meskipun dianggap. Kontraktor kecil menengah benar-benar terdampak.

Dianya mengharap supaya government spending dapat didorong secara cepat pada tahun 2021. Hingga dapat tarik industri konstruksi dapat bangun pada tahun 2021.

“ini perkiraan saya benar-benar benar government spending itu menjadi kunci untuk tarik industri konstruksi pada tahun 2021.” ujarnya.

Menteri keuangan. Sri mulyani indrawati pastikan pemerintahan akan percepat realisasi berbelanja negara untuk menggerakkan perkembangan ekonomi di kuartal iv-2020.

Bahkan juga. Ada lebih dari rp1.200 triliun berbelanja pemerintahan pusat atau wilayah yang akan diwujudkan di tahun akhir ini.

Thailand jadi partner dagang vital indonesia di teritori asean “kita masihlah ada lebih dari rp505 triliun apbd yang perlu diselesikan. Dan lebih dari rp700 triliun dari apbn. Hingga keseluruhan kombinasinya itu ada lebih dari rp1.200 triliun untuk kuartal iv.” katanya di pertemuan kerja dengan komisi xi dpr. Di jakarta. Kamis (12/11).

Pada kuartal iii lalu peranan apbn untuk memberikan dukungan perbaikan perekonomian nasional telah mainkan peranannya sesuai yang diharapkan. Ia mengharap akselerasi berbelanja tetap akan bertambah untuk memberikan dukungan perkembangan ekonomi.

Berdasar data apbn berbelanja pemerintahan pusat masih rp763.8 triliun sebab realisasi sampai akhir september baru rp1.211.4 triliun dari batas rp1.975.2 triliun. Sesaat berbelanja apbd masih rp505.45 triliun sebab realisasinya baru rp575.45 triliun dari rp1.080.71 triliun.

Sri mulyani menambah. Pembalikan perkembangan ekonomii yang telah terlihiat di kuartal iii lalu dapat bersambung di tahun akhir ini. Selain itu. Pemerintahan menggerakkan pemercepatan realisasi bujet program pemulihan ekonomi nasional (pen).

“program pen akan lagi kita pusatkan. Dan tidak sekedar hanya belanjakan tetapi kita akan menyaksikan dengan bermacam survey efeknya dan pasti dari segi sasaraning-nya.” terang ia.

Perlakuan wabah covid-19 masih berjalan. Pembangunan infrastruktur tidak kita lupakan. Seperti jalanan tol yang sudah dibuat. Pada periode wabah ini jadi lajur cepat untuk memasok keperluan warga dan logistik kesehatan.

 

error: Content is protected !!